Sumber: Koran BERANI; No. 11, Selasa, 22 April 2008; halaman 4
Ini kisah sedih Coli (9 tahun) dari Guinea-Bissau, di Afrika bagian barat. Suatu hari seorang lelaki menawarkan kepada keluarganya agar Coli bisa belajar agama di Senegal. Tawaran itu disambut baik oleh Coli dan keluarganya. Coli Berharap, kelak ia bisa menjadi ahli agama di negaranya.
Namun, impian itu musnah. Setiba di Kota Dakar, Senegal, Coli dipaksa menjadi pengemis di jalanan. Setiap hari ia harus menyetor sejumlah uang. Meurut laporan AP, Senin (21/4), bila setoran itu kurang, Coli akan dihukum dan tidak diberi makan. Apa yang Coli alami itu tidak diketahui oleh keluarganya.
Korban Trafficking
Coli tidak sendirian. Di Dakar, ada 7.600 anak yang dipaksa mengemis di jalan. Mengemis (terutama oleh anak-anak) dianggap sebagai sebuah bisnis besar di Senegal.
Begitu laporan dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), Badan Dunia untuk anak-anak (UNICEF), pada Februari lalu.
Di dunia sendiri, jumlah anak yang dipaksa jadi pengemis ada sekitar1,2 juta. Mereka adalah korban penjualan manusia antar negara (trafficking). Umumnya, mereka dirayu akan disekolahkan untuk belajar agama. Kenyataannya, mereka dipaksa mengemis di jalanan. Kebanyakan dari mereka berasal dari negara-negara miskin di Afrika.
Semoga Coli dapat diselamatkan dan bisa bertemu keluarganya kembali.